Sementara itu, Direktur Bank Muamalat Ricky Rikardo Mulyadi mengatakan, Bank Muamalat dan Antam merupakan mitra bisnis yang sudah menjalin kerja sama sejak lama. Melalui kemitraan terbaru ini, kedua pihak diharapkan dapat memperluas distribusi, memperkuat rantai pasok emas nasional, dan meningkatkan akses masyarakat dan badan usaha terhadap kepemilikan emas sebagai instrumen investasi yang aman dan sesuai prinsip syariah melalui pembiayaan syariah.
“Bank Muamalat dan Antam sudah punya sejarah panjang dalam hal kemitraan bisnis yang strategis sebelumnya. Masing-masing perusahaan juga punya keunggulan yang dapat disinergikan. Oleh karena itu, kami optimistis inisiatif terbaru ini akan membawa benefit bagi kedua belah pihak serta mendorong investasi emas syariah di masyarakat dengan dukungan pasokan emas berkualitas dari Antam,” ujarnya.
Menurut Ricky, Bank Muamalat terus berupaya memfasilitasi peningkatan animo nasabah dan masyarakat untuk memiliki emas batangan. Apalagi, meningkatnya minat masyarakat terhadap emas tidak terlepas dari semakin baiknya literasi keuangan masyarakat.
Emas semakin dipandang sebagai instrumen investasi yang mampu menjaga nilai aset (safe haven) di tengah dinamika ekonomi global, sekaligus menjadi bagian penting dalam perencanaan keuangan jangka panjang. Sementara bagi badan usaha, keputusan berinvestasi emas merupakan bagian dari strategi manajemen risiko yang matang dalam memperkokoh fundamental keuangan badan usaha. Selain itu, emas juga dapat dijadikan program investasi untuk kesejahteraan karyawan badan usaha.
Sejalan dengan tren tersebut, pembiayaan emas Bank Muamalat melalui produk Solusi Emas Hijrah terus menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Hingga Juni 2026, outstanding pembiayaan emas mencapai Rp1,9 triliun, tumbuh 537 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, total booking emas nasabah telah melampaui 1,2 ton, dengan 54 persen di antaranya merupakan emas Logam Mulia Antam.
(Rahmat Fiansyah)