Bahana menyebut penambahan free float dapat dilakukan melalui rights issue, private placement, maupun penjualan saham terkontrol (controlled block sales) oleh pemegang saham pengendali.
“Melalui ketiga skema tersebut, peningkatan free float efektif dinilai dapat memperbaiki likuiditas saham, membuka peluang perlakuan yang lebih positif dalam indeks, serta mendorong kenaikan valuasi yang secara historis kerap mengikuti peningkatan porsi saham publik,” tulis Raja.
Efek positif lain juga datang dari peluang masuk indeks LQ45. Saat ini indeks tersebut mensyaratkan free float minimum 10 persen, sehingga emiten yang sebelumnya gagal masuk akibat kepemilikan publik terlalu kecil berpotensi kembali memenuhi syarat setelah aturan baru berlaku penuh.
Selain itu, peningkatan free float juga dinilai bisa memperbesar peluang masuk indeks global dan menarik arus dana pasif asing dalam jangka lebih panjang.
Di sisi lain, Bahana juga melihat peluang privatisasi atau delisting pada sejumlah emiten tertentu, terutama perusahaan yang tidak lagi terlalu membutuhkan status terbuka di bursa.