AALI
8425
ABBA
540
ABDA
0
ABMM
1250
ACES
1310
ACST
246
ACST-R
0
ADES
2720
ADHI
885
ADMF
7675
ADMG
218
ADRO
1400
AGAR
368
AGII
1395
AGRO
2300
AGRO-R
0
AGRS
246
AHAP
68
AIMS
342
AIMS-W
0
AISA
204
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3990
AKSI
422
ALDO
715
ALKA
292
ALMI
238
ALTO
320
Market Watch
Last updated : 2021/09/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
458.78
1.26%
+5.72
IHSG
6108.27
0.78%
+47.51
LQ45
862.18
1.23%
+10.45
HSI
24221.54
0.51%
+122.40
N225
29639.40
-0.67%
-200.31
NYSE
16184.50
0.1%
+16.33
Kurs
HKD/IDR 1,827
USD/IDR 14,240
Emas
814,120 / gram

Bank Jago (ARTO) Cetak Rekor, Sempat Tembus Rp18.000 per Saham Hari Ini

MARKET NEWS
Yulistyo Pratomo
Rabu, 28 Juli 2021 11:09 WIB
Usai mengumumkan rugi bersih mengalami penurunan pada Semester I-2021, pergerakan saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) terus beranjak naik hingga cetak rekor.
Bank Jago (ARTO) Cetak Rekor, Sempat Tembus Rp18.000 per Saham Hari Ini. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Usai mengumumkan rugi bersih mengalami penurunan pada Semester I-2021, pergerakan saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) terus beranjak naik. Bahkan, harga sahamnya sempat menembus level 18.000 pada perdagangan pagi ini.

Berdasarkan pantauan RTI Business, Rabu (28/7/2021), ARTO langsung bergerak naik usai pembukaan perdagangan pagi ini. Saham perbankan milik Gojek ini dibuka di harga 17.400, langsung melesat ke angka 18.225 dalam waktu 1 jam 15 menit.

harga tersebut merupakan rekor tertinggi yang terjadi pada saham ARTO sejak diakuisisi oleh Gojek pada November 2020 lalu. Saat ini pergerakannya masih fluktuatif, antara di mana harga saham berada di kisaran 17.900 hingga 18.000 sampai dengan pukul 10.50 wib.

Saat ini, frekuensi perdagangan atas ARTO mencapai 7.348 dengan volume saham yang diperdagangkan mencapai 11,59 juta. Nilai transaksi atas saham ini mencapai Rp207,06 miliar dengan Market Cap mencapai Rp248,37 triliun.

Sebelumnya, Bank Jago melaporkan kerugian pada Semester I-2021, di mana ARTO masih merugi sebesar Rp47 triliun. Hal ini terjadi karena perseroan terus mengalokasikan sebagian besar biayanya untuk investasi.

Direktur Utama Bank Jago, Kharim Siregar, mengungkapkan, perusahaan yang bergerak sebagai bank teknologi ini terus menginvestasikan dananya ke bidang IT, pengembangan aplikasi dan rekruitmen talenta baru. Alhasil, biaya operasional (operating expense) pun meningkat sebanyak 135% menjadi Rp183 miliar.

Meski demikian, ARTO dan Gojek sempat memperkenalkan kolaborasi antara kedua perusahaan tersebut, di mana Gojek menjadikan Bank Jago sebagai salah satu sistem pembayaran digital untuk membayar berbagai layanan seperti transportasi, makanan, dan tagihan di aplikasi Gojek.

Chief Corporate Affairs Gojek, Nila Marita menjelaskan, integrasi tahap awal dengan aplikasi Jago semakin melengkapi opsi pembayaran non tunai yang tersedia di aplikasi Gojek. 

Nasabah Bank Jago semakin mudah bertransaksi tanpa perlu top up saldo, karena setiap transaksi akan langsung mendebet sumber dana di kantong Jago yang terhubung dengan aplikasi Gojek. (TYO)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD