"Seseorang dapat berkembang ketika mendapat tanggung jawab baru, mencoba peran berbeda, atau memperluas kemampuan yang dimilikinya," ujar Pratomo.
Dengan keyakinan tersebut, Pratomo pun menyebut bahwa perubahan cara kerja juga turut memengaruhi peran pemimpin. Ketika tim memiliki ruang lebih besar untuk mengambil keputusan, pemimpin tidak lagi cukup menjadi pemberi instruksi, melainkan perannya bergeser menjadi mentor dan fasilitator yang membantu anggota tim berdiskusi, menemukan solusi, dan berkembang.
"Ketika orang diberi ruang dan kepercayaan, mereka tidak hanya bekerja lebih baik, tapi juga tumbuh lebih cepat," ujar Pratomo.
Pada akhirnya, Pratomo menyimpulkan bahwa teknologi dan pengembangan talenta berjalan dalam satu perjalanan.
Dalam hal ini, hadirnya AI dapat membantu mengurangi pekerjaan rutin, sedangkan organisasi menyiapkan orang-orang yang mampu menggunakan waktu dan ruang tersebut untuk pekerjaan yang lebih bernilai.