Bank Sentral China Umumkan Akan Hancurkan Uang kertas yang Terinfeksi Virus Korona

Market News
Fahmi Abidin
Senin, 17 Februari 2020 11:45 WIB
Bank sentral China, The People's Bank of China (PBOC) mengumumkan rencana besar untuk menghancurkan uang kertas yang terinfeksi virus korona.
Bank Sentral China Umumkan Akan Hancurkan Uang kertas yang Terinfeksi Virus Korona. (Foto: Ist)

IDXChannel - Bank sentral China, The People's Bank of China (PBOC) mengumumkan rencana besar untuk menghancurkan uang kertas yang terinfeksi virus korona.

Uang kertas yang akan dihancurkan terutama yang beredar dari rumah sakit, transportasi umum, serta pasar tradisional dan modern. Dikutip iNews dari Business Insider, pada Senin (17/2/2020), PBOC meminta agar uang kertas yang berisiko tinggi terpapar virus korona untuk segera dihancurkan atau disterilisasi dengan disinfektan. Jika disterilisasi, bank-bank diminta tidak mengedarkan kembali uang tersebut selama minimal 14 hari.

Uang-uang berisiko tinggi yang masuk ke bank sentral juga diperlakukan hal yang sama. Uang tersebut akan disetrilisasi dengan suhu tinggi atau sinar ultraviolet dan disimpan lebih dari 14 hari sebelum diedarkan kembali.

Sementara uang-uang cetakan lama diprioritaskan untuk dihancurkan. Penghancuran uang tidak akan mengurangi nilai uang beredar karena diganti dengan cetakan baru.

Salah satu pejabat bank besar di Guangzhou kepada Caixin mengungkapkan, petugas bank akan menanyakan nasabah yang hendak menabung dari mana uang mereka berasal. Namun, tak ada jaminan untuk memilah uang yang berisiko atau tidak dengan benar. "Sulit sekali untuk memastikan langkah ini bisa benar-benar efektif," katanya.

Sementara itu, Dikatakan Deputi Gubernur PBOC Fan Yifei, bank sentral telah menyuntikkan likuiditas sebesar 600 miliar yuan ke dalam sistem keuangan China dalam satu bulan terakhir.

Disebutkan Yifei, PBOC akan terus menambah pasokan uang tunai untuk membantu perekonomian di tengah wabah virus korona dan perang dagang dengan AS. (*)

Baca Juga