Penurunan valuasi memang dapat membuka peluang bagi munculnya minat strategis, tetapi informasi yang tersedia saat ini belum cukup untuk menilai kemungkinan, struktur, maupun dampak finansial dari transaksi yang dikaitkan dengan DBS.
“Dengan demikian, kami menilai belum tepat untuk memperhitungkan premi akuisisi maupun menyimpulkan bahwa perubahan pemegang saham pengendali akan segera terjadi,” tulis Nurkholis.
Nurkholis menilai rumor DBS tersebut masih sebatas spekulasi pasar yang belum terkonfirmasi.
Investor tetap perlu mencermati perkembangan fundamental BBCA sekaligus risiko pasar yang lebih luas, termasuk proses peninjauan status Indonesia oleh MSCI, yang berpotensi memengaruhi persepsi valuasi saham-saham Indonesia. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.