sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

BEI Buka Ruang Diskusi dengan Emiten yang Masuk Daftar HSC

Market news editor Rohman Wibowo
14/07/2026 23:30 WIB
BEI membuka ruang diskusi bagi emiten-emiten yang masuk ke dalam radar pemantauan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi.
BEI Buka Ruang Diskusi dengan Emiten yang Masuk Daftar HSC. Foto: iNews Media Group.
BEI Buka Ruang Diskusi dengan Emiten yang Masuk Daftar HSC. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka ruang diskusi bagi emiten-emiten yang masuk ke dalam radar pemantauan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC).

Hal ini seiring dengan imbauan otoritas bursa kepada para investor agar tetap berhati-hati dan bertindak rasional dalam mengambil keputusan investasi di pasar modal.

Otoritas bursa menegaskan komitmennya untuk membantu para emiten terindikasi HSC agar dapat segera memulihkan likuiditas saham mereka di pasar reguler. Kebijakan ini diharapkan mampu mendorong perusahaan tercatat untuk melakukan aksi korporasi yang sehat demi menyebarkan kepemilikan saham ke publik secara lebih luas.

"Terhadap saham-saham yang terindikasi high shareholding concentration tentu kami membuka ruang untuk berdiskusi. Tentu diharapkan perusahaan tersebut bisa melakukan necessary actions untuk mendistribusikan sahamnya secara lebih baik di pasar. Apabila itu sudah dilakukan, tentu dapat disampaikan kepada kami untuk kami screening ulang atau bisa masuk dalam screening periodik yang setiap 3 bulan akan kami lakukan," ujar Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, dalam konferensi pers di gedung BEI, Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Mekanisme evaluasi berkala tiga bulanan ini dirancang untuk memantau fluktuasi pergerakan transaksi saham secara transparan. Jika emiten berhasil mendistribusikan kembali kepemilikan sahamnya kepada publik dengan porsi yang ideal, bursa akan mengeluarkan pengumuman penutupan atau closing announcement untuk memulihkan status saham tersebut. 

Melalui keterbukaan ini, bursa berupaya memitigasi risiko volatilitas ekstrem sekaligus menjaga kestabilan iklim transaksi saham di pasar modal Indonesia. 

Bursa juga memberikan perhatian khusus pada aspek edukasi dan perlindungan bagi para pemodal ritel di tengah dinamika pergerakan harga saham HSC yang fluktuatif. Investor diingatkan untuk tidak sekadar berspekulasi mengikuti tren sesaat tanpa melakukan analisis yang mendalam terhadap kondisi keuangan perusahaan terkait.

"Kami imbau untuk selalu mengambil keputusan investasi secara rasional, memperhatikan faktor fundamental dan selalu menyesuaikan dengan profil risiko masing-masing," tutur Jeffrey.

Adapun sebelumnya, BEI memasukkan 37 saham baru ke dalam kelompok HSC. Penambahan ini akan mengerek total emiten yang masuk ke dalam radar pengawasan HSC bursa menjadi 51 emiten.

Langkah pengetatan tersebut dilakukan setelah otoritas bursa merevisi metodologi penentuan kriteria HSC. Formulasi baru ini menyertakan parameter rasio dampak harga (price-impact ratio) khusus bagi emiten dengan nilai kapitalisasi pasar (market cap) di atas Rp10 triliun.

Parameter price-impact ratio dihitung secara matematis dengan membandingkan perubahan harga saham terhadap tingkat kecepatan transaksi atau velocity-nya. Adapun indikator velocity sendiri dihitung dari rata-rata volume transaksi kumulatif yang dibandingkan dengan jumlah saham yang beredar di publik atau free float. 

(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement