AALI
10850
ABBA
73
ABDA
6950
ABMM
745
ACES
1565
ACST
358
ACST-R
0
ADES
1680
ADHI
1320
ADMF
8450
ADMG
174
ADRO
1180
AGAR
418
AGII
1270
AGRO
1215
AGRO-R
0
AGRS
805
AHAP
61
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
302
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
492
AKRA
3400
AKSI
765
ALDO
440
ALKA
238
ALMI
250
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/03/05 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.51
-0.71%
-3.59
IHSG
6258.75
-0.51%
-32.05
LQ45
941.36
-0.75%
-7.11
HSI
29098.29
-0.47%
-138.50
N225
28864.32
-0.23%
-65.79
NYSE
14959.41
-1.58%
-239.78
Kurs
HKD/IDR 1,843
USD/IDR 14,300
Emas
778,890 / gram

BEI Kumpulkan BUMN yang Berencana Melantai di Pasar Modal

MARKET NEWS
Hafid/Koran Sindo
Selasa, 23 Februari 2021 20:17 WIB
BEI melakukan pertemuan dengan para petinggi perusahaan BUMN yang berencana melantai di bursa saham
BEI Kumpulkan BUMN yang Berencana Melantai di Pasar Modal (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan pertemuan dengan para petinggi perusahaan BUMN yang berencana melantai di bursa saham atau Initial Public Offering (IPO). Seperti diketahui, akan ada 12 BUMN yang berencana IPO tahun ini.

Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi mengatakan, pihaknya sudah melakukan sinergi dengan memberikan workshop untuk calon emiten dari perusahaan dan anak usaha BUMN. Workshop tersebut ditujukan bagi perusahaan BUMN yang akan melantai di bursa atau IPO. 

"Beberapa sudah melakukan sinergi dengan kami dalam bentuk workshop dengan mereka. Tujuannya menyiapkan proses IPO perusahaan dan anak usaha BUMN. Semoga dalam satu dua tahun kedepan terealisasi seperti kata Menteri BUMN," ujar Hasan dalam Live Instagram di Jakarta, Selasa (23/2/2021).

Menurutnya pasar modal Indonesia sangat membutuhkan perusahaan dan anak usaha BUMN untuk masuk dan memperkuat bursa saham tanah air. "Kita butuh perusahaan BUMN yang memiliki skala besar dan masa depannya pasti serta bagus juga dalam tata kelola," katanya.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir merencanakan mulai tahun ini akan membawa setidaknya 8 hingga 12 perusahaan pelat merah untuk melantai di pasar modal. Rencana ini akan dilakukan mulai tahun ini hingga 2023 mendatang.

Sementara itu Chief Economist & Investment Strategist Manulife Aset Manajemen Indonesia Katarina Setiawan mengapresiasi
naiknya minat investor ritel Indonesia. Menurutnya ini merupakan hal yang positif, karena akan mendukung pendalaman dan pertumbuhan pasar modal. "Semakin banyak investor yang berpartisipasi maka mekanisme pasar akan menjadi lebih efisien dan resilien dari risiko keluarnya dana asing. Namun edukasi investor juga penting. Harus pahami berinvestasi dengan analisa dan tidak hanya sekedar ikut-ikutan saja," ujar Katarina hari ini di Jakarta.

Karena itu dia membagikan beberapa prinsip dasar yang harus diperhatikan para investor ritel yang baru berinvestasi. 

Pertama Investor harus melakukan perencanaan keuangan yang baik sebelum mulai berinvestasi. "Rencanakan pengeluaran apa yang kita butuhkan ke depannya dan kapan kita butuhkan dana tersebut, jangan sampai kita menggunakan dana untuk kebutuhan penting jangka pendek sebagai dana investasi di pasar saham," ujar Katarina hari ini di Jakarta.

Berikutnya harus kenali saham yang hendak dibeli dan lakukan analisa fundamental, jangan membeli saham karena ikut-ikutan atau saran semata.
"Monitor fundamental saham yang kita miliki. Prospek suatu saham dapat berubah sejalan dengan perubahan tren industri atau perubahan internal perusahaan," tambahnya.

Investor juga dapat memanfaatkan reksadana saham apabila tidak memiliki waktu atau kapabilitas untuk mengelola portfolio sendiri. "Karena Reksadana dikelola oleh manajer investasi profesional yang selalu mencermati perkembangan terakhir di pasar," ujarnya. (RAMA)

Rekomendasi Berita
Risiko Investasi Saham
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD