Menurut Saidu, saat ini sejumlah BUMD telah mulai serius mengkaji opsi go public agar dapat meraih pendanaan dari pasar modal. Dia mencontohkan Bank Jakarta sebagai salah satu entitas yang dinilai cukup siap untuk melakukan penawaran umum perdana saham atau IPO.
Namun, dia mengingatkan, proses melantai di bursa memerlukan transformasi tata kelola agar perusahaan tetap bisa melayani publik secara profesional meski berorientasi komersial.
"Nah itu harus ada pertemuan-pertemuan yang tertentu. Seperti PAM Jakarta, mereka harus lakukan kajian. Apakah dengan begitu go public, terus harga pasar langsung ikutin. Harus komersial, karena kepentingan publik. Pasti ada kajian, ada hitung-hitungan," kata dia.
Selain IPO, BEI juga mencatat ketertarikan BUMD terhadap instrumen pendanaan hijau, seperti bursa karbon. Hal ini dipicu oleh adanya mandat transisi energi yang membutuhkan biaya investasi besar, seperti yang dialami oleh PT Transjakarta.