"Tentu kita akan mengikuti ketentuan yang secara terbuka disampaikan oleh global index provider. Kriteria-kriteria dari perusahaan yang bisa atau eligible untuk masuk," kata dia.
Jeffrey juga mengakui agenda transformasi pasar modal menjadi faktor utama pertimbangan indeks provider global terhadap saham-saham Indonesia. Hasilnya 18 saham dikeluarkan dari indeks MSCI, dan empat saham dikeluarkan dari indeks FTSE Russell.
Menurutnya, kondisi ini merupakan bagian kecil untuk menuju pasar modal Indonesia yang lebih transparan dan dipercaya oleh investor. Sehingga, pertumbuhannya diyakini bakal lebih baik dari yang ada sebelumnya.
"Tetapi apa yang kita lakukan selama ini tentu adalah untuk kebaikan jangka mendengar dan jangka panjang dari pasar modal kita. Jadi tentu investor yang horizonnya harusnya hakikat berinvestasi di pasar modal itu adalah jangka panjang tentu akan melihat ini sebagai sesuatu yang positif," ujarnya.