Menurutnya, transparansi pasar bakal menarik kepercayaan investor baik asing maupun domestik terhadap pasar modal Indonesia dalam jangka panjang.
"Kalau kita menerapkan hal ini, bukan hanya domestik yang berjaya, tapi asing juga akan bertambah trust -nya (kepercayaan) ke kita. Itu yang kita harapkan nanti untuk jangka panjang. Akan lebih banyak lagi investasi yang masuk ke kita," tutur Nyoman.
Adapun sembilan perusahaan tersebut sempat dirilis oleh Bursa Efek antara lain, PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) dengan konsentrasi kepemilikan 99,85 persen, PT Ifishdeco Tbk (IFSH) dengan kepemilikan saham 99,77 persen, PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) dengan konsentrasi kepemilikan 98,35 persen.
Lalu PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) dengan konsentrasi kepemilikan 97,75 persen, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dengan konsentrasi kepemilikan 97,31 persen, PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV) 95,94 persen, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) 95,76 persen, PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) 95,47 persen, dan PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) 95,35 persen.
(DESI ANGRIANI)