AALI
9675
ABBA
314
ABDA
6975
ABMM
1360
ACES
1260
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3450
ADHI
810
ADMF
7600
ADMG
175
ADRO
2280
AGAR
360
AGII
1410
AGRO
1320
AGRO-R
0
AGRS
152
AHAP
68
AIMS
370
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1075
AKRA
735
AKSI
660
ALDO
1405
ALKA
294
ALMI
288
ALTO
274
Market Watch
Last updated : 2022/01/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
508.18
0.2%
+0.99
IHSG
6645.51
0.52%
+34.35
LQ45
949.77
0.29%
+2.75
HSI
23550.08
-1.08%
-256.92
N225
26717.34
2.09%
+547.04
NYSE
0.00
-100%
-16236.51
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,364
Emas
829,485 / gram

Bingung Mau Investasi? Yuk Cek Cara Beli Saham dengan Modal Rp100 Ribu!

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Jum'at, 18 Juni 2021 16:01 WIB
Kini banyak produk investasi yang menawarkan modal mulai dari Rp100.000, seperti investasi reksadana, pendanaan di fintech peer to peer lending.
Kini banyak produk investasi yang menawarkan modal mulai dari Rp100.000, seperti investasi reksadana, pendanaan di fintech peer to peer lending. (Foto: MNC)
Kini banyak produk investasi yang menawarkan modal mulai dari Rp100.000, seperti investasi reksadana, pendanaan di fintech peer to peer lending. (Foto: MNC)

IDXChannel – Kini banyak anak muda ingin berinvestasi namun bingung jenis investasi untuk pemula yang pas seperti apa? Mahasiswa sangat identik memiliki jadwal yang sibuk dengan berbagai aktivitas perkuliahan hingga hangout bersama teman. Sejatinya, uang hangout yang dikeluarkan mereka justru bisa dialihkan ke hal yang lebih positif misalnya saham.

Investasi saham bukan monopoli pengusaha atau karyawan yang ingin mendapatkan passive income. Mahasiswa yang dikenal sebagai pemula investasi juga punya kesempatan yang sama untuk ini. 

Mulai investasi di bangku perkuliahan akan memberikan anda banyak manfaat. Kini banyak produk investasi yang menawarkan modal mulai dari Rp100.000, seperti investasi reksadana, pendanaan di fintech peer to peer lending. Bahkan ada yang cuma butuh modal receh mulai dari Rp5.000, yakni investasi emas.  

Dikutip berbagai sumber, Jumat (18/6/2021), berikut cara menabung saham dengan modal Rp100 ribu:

1. Pilih Sekuritas dengan Biaya Setoran Awal Rendah

Saat hendak bertransaksi jual beli saham, Anda tidak bisa serta merta langsung bertransaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) begitu saja. Anda harus punya yang namanya Rekening Dana Investor (RDI) atas nama Anda sendiri. RDI harus diisi dengan setoran awal yang telah ditentukan oleh masing-masing perusahaan sekuritas. Dana yang tersimpan di RDI itulah, yang bisa Anda gunakan untuk membeli saham, atau menerima dana hasil penjualan saham.

Saat ini, setoran awal untuk mulai berinvestasi saham amat beragam. Ada yang mematok puluhan bahkan hingga ratusan juta rupiah. Namun, ada juga perusahaan sekuritas yang memberikan kemudahan untuk bertransaksi dengan setoran awal di bawah Rp 500.000 saja. 

2. Berinvestasi pada Saham Murah namun Potensial

Dengan banyaknya emiten yang melantai di BEI dengan harga saham yang beragam, Anda mungkin akan berpikir untuk memulai investasi pada perusahaan raksasa yang sahamnya kerap jadi rebutan. Tapi, ada batasan minimal saat hendak membeli saham yakni sebanyak 1 slot, atau sama dengan 100 lembar saham. Oleh karena itu, jika harga saham yang hendak dibeli berharga Rp 25.000, maka diperlukan dana investasi minimal sebesar Rp 2.500.000.

Jika dana Anda terbatas, maka pilihlah saham-saham dengan harga terjangkau. Cara beli saham modal 100 ribu adalah dengan memilih jenis-jenis saham yang tergolong murah, tapi memiliki reputasi dan proyeksi investasi yang baik. Dengan budget investasi sebesar Rp 100.000, Anda bisa membeli 1 lot saham dengan harga Rp 1000 per lembar sahamnya, atau mendapatkan saham lebih banyak untuk harga saham yang lebih rendah.

Untuk memilih jenis saham unggulan, Anda bisa melihatnya pada indeks harga saham yang terdapat di BEI. Indeks saham tersebut diantaranya adalah indek LQ45 atau IDX30. Jangan salah, masih banyak pilihan saham yang masuk daftar indeks tersebut dengan harga terjangkau, bahkan di bawah Rp 1000 per lembar saham.

3. Perhatikan Biaya Transaksi

Pada saat melakukan transaksi jual beli saham, perhatikan juga biaya transaksi yang dikenakan pada setiap transaksi yang dilakukan. Jadi, saat membuat anggaran untuk investasi, pastinya dana investasi tersebut, harus sudah bersih dari potongan-potongan biaya transaksi. Biaya transaksi cukup beragam, mulai dari 0,15%-0,35%, semua itu tergantung perusahaan sekuritas tempat Anda bertransaksi. Ada juga perusahaan sekuritas yang menetapkan biaya transaksi minimal.

4. Gunakan Kesempatan saat Harga Saham Unggulan Mengalami Penurunan

Cara beli saham modal Rp100 ribu dan mendapatkan saham unggulan, adalah dengan memanfaatkan momentum saat harga saham mengalami penurunan. Kondisi perekonomian suatu bangsa bahkan dunia, bisa jadi mempengaruhi bursa efek hingga harga-harga saham gabungan mengalami penurunan. Dinamika pasar saham memang sulit ditebak. Namun yang pasti, saham-saham unggulan merupakan saham yang telah melalui berbagai terpaan kondisi ekonomi sepanjang jaman yang cocok untuk proyeksi investasi jangka panjang.

Tidak perlu khawatir jika harga saham terkoreksi atau mengalami penurunan. Saham-saham unggulan yang telah melantai puluhan tahun, sudah biasa mengalami fluktuasi naik turun harga. Sebaiknya tetap dipertahankan, hingga pada saat yang tepat, harga saham tersebut akan kembali merangkak naik. 

5. Cara Beli Saham Modal 100 Ribu: Coba Reksa Dana Saham

Reksa dana merupakan salah satu alternatif berinvestasi dengan modal minim. Pada reksa dana, cara beli saham modal Rp100 ribu berbeda dengan bertransaksi langsung melalui perusahaan sekuritas.

Peserta reksa dana menyerahkan dana investasi kepada Manajer Investasi yang akan mengelola portfolio investasinya. Investasi reksa dana merupakan dana investasi kumpulan. Sehingga, Dana tersebut akan dikelola bersama-sama dengan peserta reksa dana lainnya.

Keunggulan reksa dana adalah setoran awal yang sangat murah. Bahkan, dengan Rp 10.000 saja sudah bisa berinvestasi. Reksa dana juga sangat sesuai untuk investor pemula, yang masih meraba-raba dan berusaha belajar investasi saham.

Anda pun bisa merasakan enaknya mendapat cuan, saat saham emiten mengalami kenaikan, atau bahkan bagi-bagi deviden.(TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD