Menurutnya, tantangan terbesar dalam proses merger bukan hanya penyatuan bisnis dan jaringan, tetapi juga penyelarasan budaya kerja dari dua perusahaan yang berbeda. Karena itu, perusahaan melakukan banyak program engagement untuk menjaga kenyamanan dan produktivitas karyawan selama masa transisi.
"Tahun lalu culture integration itu tidak gampang. Karena dua perusahaan berbeda, kita harus melakukan banyak engagement dengan para karyawan. Itu juga yang menyebabkan personal expenses meningkat," kata Antony.
(Dhera Arizona)