sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Bukan Pasar Saham, Arus Dana Asing di Obligasi Lebih Pengaruhi Rupiah

Market news editor Desi Angriani
06/11/2026 07:40 WIB
Pergerakan nilai tukar rupiah masih terjaga di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Bukan Pasar Saham, Arus Dana Asing di Obligasi Lebih Pengaruhi Rupiah (Foto: dok Freepik)
Bukan Pasar Saham, Arus Dana Asing di Obligasi Lebih Pengaruhi Rupiah (Foto: dok Freepik)

"Mungkin sensitivitas rupiah terhadap arus modal asing yang keluar dari pasar saham, itu per USD100 juta hanya menyebabkan Rp11-Rp12 depresiasi dari level sebelumnya. Sedangkan kalau dia keluar dari bonds, dia lebih besar," tutur Faiz.

Dia menambahkan, dampak langsung dinamika pasar saham, termasuk perubahan kebijakan indeks MSCI, terhadap kinerja korporasi diperkirakan relatif minimal. Pasalnya, kontribusi pasar saham terhadap penghimpunan dana baru (new fund raising) masih lebih kecil dibandingkan pasar obligasi.

Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) terus memperkuat berbagai kebijakan untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan eksternal. Salah satunya melalui implementasi insentif lindung nilai yang meningkatkan daya tarik obligasi jangka pendek dengan tenor satu hingga dua tahun bagi investor asing.

Kebijakan tersebut dapat mendorong peningkatan proporsi kepemilikan asing pada obligasi berjangka pendek. Secara umum, kepemilikan investor asing mengalami peningkatan pada obligasi dengan tenor di bawah lima tahun.

Selain itu, penurunan imbal hasil dan penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) pada September 2026 turut memberikan tambahan likuiditas bagi pasar domestik.  Kondisi ini berlangsung di tengah peningkatan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement