sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Bursa Asia Melesat, Nikkei Jepang Cetak Rekor

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
09/02/2026 09:56 WIB
Bursa saham Asia menguat tajam pada Senin (9/2/2026), dipimpin oleh reli indeks saham Jepang dan Korea Selatan (Korsel).
Bursa Asia Melesat, Nikkei Jepang Cetak Rekor. (Foto: Reuters)
Bursa Asia Melesat, Nikkei Jepang Cetak Rekor. (Foto: Reuters)

IDXChannel – Bursa saham Asia menguat tajam pada Senin (9/2/2026), dipimpin oleh reli indeks saham Jepang dan Korea Selatan (Korsel).

Indeks saham Jepang melesat ke rekor tertinggi, sementara obligasi melemah dan yen merosot ke level terendah sepanjang sejarah terhadap franc Swiss, setelah Perdana Menteri Sanae Takaichi meraih kemenangan telak dalam pemilu dadakan pada Minggu (8/2).

Melansir dari Reuters, Partai Demokrat Liberal (LDP) pimpinan Takaichi memenangkan 316 dari total 465 kursi di majelis rendah parlemen.

Hasil ini memberinya mandat kuat untuk mendorong agenda belanja besar dan rencana pemangkasan pajak tanpa perlu bernegosiasi dengan partai lain.

Mayoritas super tersebut juga memungkinkan LDP meloloskan undang-undang tanpa persetujuan majelis tinggi.

Indeks Nikkei 225 melonjak 4,67 persen ke 56.785. Dari 225 saham anggota indeks, 197 menguat sementara sisanya melemah, mencerminkan reli yang sangat merata. Indeks Topix yang lebih luas naik hingga 2,34 persen, usai sempat menembus rekor 3.825,67.

“Pasar melihat momentum yang lebih besar bagi agenda kebijakan Perdana Menteri Takaichi, terutama kebijakan fiskalnya,” kata Kepala Strategi Ekuitas NLI Research Institute, Shingo Ide.

“Ini bukan sekadar pemerintahan yang stabil, yang mulai terlihat adalah prospek pemerintahan jangka panjang,” imbuh dia.

Meski demikian, Ide menilai kenaikan Nikkei tidak akan berlanjut secepat ini.

“Jika langsung melesat ke 60.000, itu agak berlebihan,” ujarnya, seraya menambahkan indeks tersebut pada akhirnya berpotensi konsolidasi di kisaran 56.000.

Di Korea Selatan, indeks acuan KOSPI naik 4,44 persen ke atas level 5.315 pada Senin, bangkit dari pelemahan pekan lalu dan kembali mendekati rekor tertinggi seiring kembalinya minat investor pada aset berisiko setelah aksi jual tajam yang dipimpin saham teknologi.

Pasar sempat tertekan pada akhir pekan lalu mengikuti kejatuhan saham teknologi di Wall Street akibat kekhawatiran valuasi AI.

Namun sentimen membaik setelah saham-saham AS rebound pada Jumat, memicu aksi beli saat harga murah di berbagai pasar Asia.

Mengutip Trading Economics, penguatan terjadi secara luas di hampir semua sektor, dengan kenaikan menonjol pada Samsung Electronics (5,74 persen), SK Hynix (6,08 persen), SK Square (10,12 persen), Hanwha Aerospace (5 persen), dan Doosan Enerbility (7,75 persen).

Saham Samsung Electronics melonjak seiring meningkatnya antusiasme terhadap teknologi high-bandwidth memory (HBM) milik perusahaan tersebut.

Samsung dijadwalkan memulai produksi massal chip HBM4 generasi keenam bulan ini dan mulai mengirimkannya ke Nvidia tak lama setelah Tahun Baru Imlek, untuk mendukung lini akselerator AI generasi terbaru perusahaan chip asal AS tersebut.

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 menguat 1,95 persen pada Senin, bangkit dari penurunan tajam pekan lalu dan mengikuti lonjakan signifikan Wall Street pada Jumat.

Indeks saham AS kembali menguat setelah meredanya kekhawatiran terhadap disrupsi berbasis AI yang mendorong penguatan sektor teknologi.

Di Australia, perhatian pasar kini beralih ke pekan yang padat dengan rilis kinerja keuangan perusahaan, di mana sejumlah emiten besar dijadwalkan melaporkan hasil usahanya.

Selain itu, Shanghai Composite juga terkerek 1,21 persen, Hang Seng Hong Kong mendaki 1,77 persen, dan STI Singapura tumbuh 0,86 persen. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement