AALI
9675
ABBA
290
ABDA
6325
ABMM
1385
ACES
1345
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3570
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
193
ADRO
2220
AGAR
362
AGII
1445
AGRO
1445
AGRO-R
0
AGRS
172
AHAP
70
AIMS
398
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1120
AKRA
810
AKSI
690
ALDO
1350
ALKA
334
ALMI
290
ALTO
248
Market Watch
Last updated : 2022/01/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.56
-0.34%
-1.74
IHSG
6614.06
-0.47%
-30.99
LQ45
944.82
-0.34%
-3.20
HSI
24112.78
-0.44%
-105.25
N225
28257.25
-0.27%
-76.27
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,330
Emas
836,902 / gram

Catat Kerugian di Triwulan III-2021, Ulima Nitra (UNIQ) Beri Penjelasan Kinerjanya

MARKET NEWS
Anggie Ariesta
Sabtu, 27 November 2021 17:20 WIB
PT Ulima Nitra Tbk (UNIQ) beri penjelasan terkait dari kinerjanya di triwulan III-2021.
Catat Kerugian di Triwulan III-2021, Ulima Nitra (UNIQ) Beri Penjelasan Kinerjanya (Dok.MNC)
Catat Kerugian di Triwulan III-2021, Ulima Nitra (UNIQ) Beri Penjelasan Kinerjanya (Dok.MNC)

IDXChannel - PT Ulima Nitra Tbk (UNIQ) menjawab pertanyaan yang dilayangkan Bursa Efek Indonesia (BEI) atas kinerja dari Laporan Keuangan Triwulan III-2021 yang mencatatkan rugi komprehensif.

UNIQ, emiten yang bergerak dalam jasa pertambangan dan jasa penyewaan peralatan pertambangan serta jasa konstruksi ini mengaku menghadapi sejumlah persoalan operasional yang menyebabkan kinerja keuangan Perseroan menurun.

Ulima Nitra, sebagaimana dilaporkan dalam Keterbukaan Informasi BEI, Rabu (24/11/2021), mencatatkan rugi komprehensif/rugi tahun berjalan sebesar Rp15,96 miliar. Jumlah kerugian ini meningkat dibandingkan rugi yang diderita perseroan sebesar Rp5,24 miliar pada periode yang sama tahun 2020.

Namun, UNIQ membukukan penjualan bersih sebesar Rp234,96 miliar atau naik 3,02% dibandingkan Rp228,0 miliar pada periode yang sama tahun 2020.

Penyebab kinerja keuangan Perseroan masih jauh dari target disebabkan oleh beberapa faktor dari sisi operasional dan finansial.

UNIQ menyebut kendala utama menurunnya kinerja Perseroan disebabkan karena faktor eksternal/customer, seperti keterlambatan dan atau tidak adanya pembebasan lahan, rencana kerja dan produksi klien yang berubah-ubah di lokasi kerja (BKL Muratara dan MME Tanjung Enim).

“Kondisi ini berakibat pada penurunan produksi yang signifikan dan pengurangan jumlah unit yang beroperasi sehingga unit menjadi stanby,” papar Direktur Utama UNIQ, Burhan Tjokro yang dikutip dari keterbukaan informasi, Sabtu (27/11/2021).

Burhan juga menyebut faktor cuaca dimana curah hujan menjadi kendala di lapangan sehingga membuat volume produksi tergerus.

Masalah lain yang terkait adanya pembayaran yang tidak lancer dari klien sehingga arus kas Perseroan terdampak. “Hal ini membuat kami harus menutupi kas operasional dengan fasilitas kredit yang berdampak pada kenaikan biaya bunga,” paparnya.

Perseroan juga mengeluhkan kenaikan harga BBM yang menyebabkan kenaikan biaya. Menurutnya sepanjang 2021 terjadi kenaikan harga fuel hingga sebesar 20% dibanding tahun 2020.

Meski begitu, UNIQ mengaku akan terus berupaya mencapai target proyeksi di sisa tahun ini dengan strategi menaikan tarif dan peningkatan volume produksi saat melakukan perpanjangan kontrak dengan customer.

Perseroan juga berkomitmen mengoptimalkan semua unit yang ada demi meningkatkan utilitas unit yang ada di site dengan cara mendapatkan proyek baru. Tidak kalah penting Perseroan berupaya memperbaiki umur piutang klien agar kas operasi lancer sehingga mengurangi biaya bunga pinjaman.

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD