AALI
9725
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1420
ACES
1220
ACST
232
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1025
ADMF
7725
ADMG
198
ADRO
1815
AGAR
330
AGII
1505
AGRO
1925
AGRO-R
0
AGRS
176
AHAP
81
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
1035
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/03 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.87
-1.3%
-6.63
IHSG
6538.51
-0.69%
-45.31
LQ45
938.93
-1.11%
-10.56
HSI
23766.69
-0.09%
-22.24
N225
28029.57
1%
+276.20
NYSE
0.00
-100%
-16133.89
Kurs
HKD/IDR 1,845
USD/IDR 14,395
Emas
819,409 / gram

Ulima Nitra (UNIQ) Bukukan Rugi Rp15,96 Miliar hingga Kuartal III-2021

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Rabu, 24 November 2021 14:02 WIB
PT Ulima Nitra Tbk (UNIQ) melaporan kinerja keuangannya dengan sejumlah pencapaian pada periode Januari - September 2021.
PT Ulima Nitra Tbk (UNIQ) melaporan kinerja keuangannya dengan sejumlah pencapaian pada periode Januari - September 2021. (Foto: MNC Media)
PT Ulima Nitra Tbk (UNIQ) melaporan kinerja keuangannya dengan sejumlah pencapaian pada periode Januari - September 2021. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - PT Ulima Nitra Tbk (UNIQ) melaporan kinerja keuangannya dengan sejumlah pencapaian pada periode Januari - September 2021.

Perusahaan yang bergerak dalam jasa pertambangan dan jasa penyewaan peralatan pertambangan ini membukukan penjualan bersih sebesar Rp234,96 miliar atau naik 3,02% dibandingkan Rp228,0 miliar pada periode yang sama tahun 2020.

Secara rinci, jasa tambang menjadi penopang pendapatan UNIQ sebesar Rp159,43 miliar, meningkat 9,91% dibandingkan periode yang sama sebelumnya sebesar Rp145,05 miliar. Sedangkan untuk penyewaan kendaraan alat berat mengalami penurunan -5,61% mencapai Rp69,66 miliar dari Rp73,81 miliar, dan penjualan lain-lain sebesar Rp5,86 miliar, turun dari Rp9,18 miliar.

Kenaikan pendapatan turut menambah beban pokok penjualan perseroan sebesar Rp213,6 miliar atau meningkat 5,68% dibandingkan Rp202,2 miliar.

Sejumlah beban pokok yang bertambah diantaranya bahan bakar, gaji dan tunjangan, pemeliharaan-perbaikan, hingga biaya lapangan, sebagaimana dilaporkan dalam Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia, Rabu (24/11/2021).

Alhasil, laba kotor perseroan mencapai Rp21,2 miliar atau turun dari Rp25,8 miliar. Setelah dilakukan perhitungan terkait pajak dan sejumlah beban lainnya, perseroan mencatatkan jumlah rugi komprehensif / rugi tahun berjalan sebesar Rp15,96 miliar. Nilai tersebut bertambah dibandingkan rugi perseroan sebesar Rp5,24 miliar yang dicapai pada periode yang sama tahun 2020.

Berdasarkan perhitungan tersebut, maka perseroan mencatatkan rugi tahun berjalan per saham sebesar minus Rp5,09 dari sebelumnya minus Rp1,99.

Sementara itu, posisi jumlah aset perseroan per 30 September 2021 mencapai Rp527,28 miliar, menurun tipis dibandingkan periode yang berakhir pada 31 Desember 2020 sebesar Rp539,15 miliar.

Adapun total liabilitas perseroan mencapai Rp196,89 miliar, turun dari Rp263,76 miliar, dan total ekuitas perseroan mencapai Rp330,39 miliar, naik dari Rp275,39 miliar.

Posisi kas dan bank akhir tahun perseroan per 30 September 2021 mencapai Rp1,31 miliar, turun dari periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp12,15 miliar. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD