AALI
9950
ABBA
292
ABDA
6725
ABMM
1400
ACES
1350
ACST
198
ACST-R
0
ADES
3680
ADHI
840
ADMF
7600
ADMG
194
ADRO
2270
AGAR
364
AGII
1465
AGRO
1480
AGRO-R
0
AGRS
151
AHAP
71
AIMS
412
AIMS-W
0
AISA
176
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1130
AKRA
805
AKSI
740
ALDO
1385
ALKA
358
ALMI
300
ALTO
226
Market Watch
Last updated : 2022/01/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.42
-0.45%
-2.32
IHSG
6655.83
-0.56%
-37.57
LQ45
948.42
-0.48%
-4.53
HSI
24240.11
-0.59%
-143.21
N225
28319.14
0.69%
+194.86
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,835
USD/IDR 14,305
Emas
836,242 / gram

CEO Emtrade Minta Investor untuk Pahami Risiko dan Manfaat Investasi di Saham Unicorn

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Senin, 23 Agustus 2021 14:31 WIB
Founder dan CEO Emtrade Ellen May mengingatkan kepada investor pasar modal agar perlu memahami risiko dan manfaat saat berinvestasi di saham-saham unicorn.
Aksi penawaran umum perdana atau IPO (Ilustrasi)
Aksi penawaran umum perdana atau IPO (Ilustrasi)

IDXChannel - Founder dan CEO Emtrade Ellen May mengingatkan kepada investor pasar modal agar perlu memahami risiko dan manfaat saat berinvestasi di saham-saham unicorn.

Aksi penawaran umum perdana atau IPO sejumlah perusahaan teknologi digital dengan valuasi lebih dari USD1 miliar atau unicorn menjadi peluang yang memiliki manfaat sekaligus risiko bagi investor.

'Big Risk Big Return' seperti itulah kiranya benang merah yang coba dijelaskan Ellen May bahwa investasi di saham unicorn dapat memiliki risiko tinggi serta potensi keuntungan yang tinggi pula.

“Ketika ingin membeli saham unicorn harus benar-benar pahami mengapa alasan belinya. Boleh alasan teknikal maupun fundamental,” kata Ellen May melalui keterangan tertulis yang diterima, Senin (23/8/2021).

Menurutnya, investor perlu melihat bagaimana prospek usaha, market share, dan keberlangsungan digitalisasi mengingat teknologi merupakan investasi jangka panjang.

Ellen menambahkan bahwa investor perlu mengikuti tren harga dengan analisa teknikal jika tidak memahami fundamental perseroan untuk mengantisipasi naik-turunnya harga.

Tak ketinggalan, manajemen keuangan juga perlu dilakukan investor, sebagaimana Ellen berpesan "Belilah sejumlah nominal yang kita siap dengan risikonya. Karena baik saham digital maupun non digital, saham old economy maupun new economy, semuanya mengandung risiko fluktuasi."

Dirinya menitikberatkan tips memvaluasi saham yang menurut Ellen berbeda dengan perusahaan konvensional.

"Cara memvaluasi saham-saham teknologi sangat berbeda dengan perusahaan konvensional, investor tidak bisa melihat (hanya) price to earning ratio serta price to book value. Untuk perusahaan teknologi kita mesti bisa melihat market cap/market share atau metrics-metrics yang lain dan membandingkan kepada saham-saham teknologi yang sudah listing di amerika serikat atau belahan dunia yang lain,” ungkapnya.

Senada dengan Ellen, Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee turut mengingatkan kepada investor untuk memperhatikan prospek perusahaan jika ingin membeli saham unicorn ke depan.

Hans menyebut bahwa perusahaan Unicorn bukan perusahaan yang memperoleh keuntungan dengan instan dan cepat. Mengambil contoh perusahaan digital di Amerika Serikat yang butuh waktu puluhan tahun untuk memperoleh untung, Hans mengharapkan investor untuk rasional dalam mengambil keputusan.

“Investor harus rasional dalam mengambil keputusan. Kita harus bisa melihat prospek ke depan apakah perusahaan unicorn ini akan menjadi market leader atau tidak. Karena, dari 5-6 perusahaan sejenis, hanya satu yang akan jadi pemenang. Jika kita berinvestasi di perusahaan teknologi, kita harus melihat sebagai investasi jangka panjang,” tutur Hans. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD