Sebelumnya, bisnis utama CGAS berfokus pada distribusi gas alam dan gas buatan. Dengan penambahan lini usaha baru ini, perseroan memiliki peluang untuk masuk ke bisnis pengadaan dan pengolahan gas alam, termasuk LNG.
Manajemen menjelaskan, ekspansi tersebut memungkinkan perseroan memperluas rantai nilai bisnis dari sekadar distribusi menjadi terintegrasi hingga pengolahan LNG sebagai produk bernilai tambah.
Jika penambahan KBLI tidak terealisasi, maka perusahaan berpotensi kehilangan peluang ekspansi usaha, diversifikasi pendapatan, serta optimalisasi pasar LNG yang terus berkembang di dalam maupun luar negeri.
Saat ini, CGAS mengeklaim pengembangan proyek LNG telah memasuki tahap akhir persiapan dengan progres positif.
Pada sisi administratif, tahap persiapan disebut telah mencapai 100 persen. Sementara itu, progres engineering mencapai 79,50 persen dan tengah memasuki tahap review serta persetujuan dokumen teknis.