Menurut CGSI, katalis yang dapat mendorong re-rating sektor antara lain penindakan menyeluruh terhadap rokok ilegal dan volume penjualan yang lebih tinggi dari perkiraan.
Sebaliknya, risiko utama berasal dari volume penjualan yang lebih lemah dari ekspektasi serta peningkatan belanja iklan yang lebih tinggi untuk mempertahankan pertumbuhan pendapatan.
WIIM Jadi Pilihan Utama
Di antara saham rokok yang menjadi cakupan analis, WIIM menjadi pilihan utama CGSI.
CGSI memberikan rekomendasi Add dengan target harga Rp2.500 per unit. Saham WIIM dinilai memiliki valuasi menarik dan berpotensi melakukan kenaikan harga lebih agresif dibandingkan perusahaan lain.
WIIM juga diperdagangkan pada sekitar 5 kali P/E FY2026F, dengan pertumbuhan laba yang solid dan estimasi dividend yield sekitar 10 persen untuk 2026.