Ia menambahkan, kondisi ini berpotensi memengaruhi perilaku pelaku pasar.
“Kondisi ini berpotensi memicu aksi ambil untung atau sikap wait and see, yang pada akhirnya ikut menekan sentimen pasar secara keseluruhan,” tutur Hendra.
Dari sisi persepsi risiko, Hendra menilai langkah MSCI membuat investor global semakin berhati-hati terhadap pasar Indonesia.
Menurut dia, sikap tersebut terutama berdampak pada saham-saham berkapitalisasi besar.
Ia juga mengingatkan adanya risiko jangka menengah yang perlu dicermati pasar.
“MSCI menyatakan akan meninjau ulang status aksesibilitas pasar Indonesia apabila hingga Mei 2026 tidak terdapat kemajuan signifikan dalam peningkatan transparansi,” ujarnya.
Hendra menambahkan, proses tersebut berpotensi membawa konsekuensi lanjutan bagi pasar saham domestik.