Michael menekankan, untuk menghindari risiko tersebut dibutuhkan langkah bersama dari seluruh otoritas pasar modal.
“Perlu adanya kerja kolektif antara KSEI, BEI, dan OJK untuk memperbaiki struktur kepemilikan company dalam disclosurenya,” tutur dia.
Sementara itu, Founder Stocknow.id Hendra Wardana menilai keputusan MSCI berpotensi menekan pergerakan pasar saham domestik, terutama dalam jangka pendek hingga menengah.
“Dari sisi pasar, keputusan MSCI ini berpotensi memberi tekanan pada pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan, khususnya dalam jangka pendek hingga menengah. Pembekuan kenaikan bobot saham Indonesia di indeks MSCI berarti potensi aliran dana pasif dari investor global menjadi tertahan,” ujar Hendra.
Tekanan tersebut, menurut dia, juga datang dari saham-saham yang sebelumnya diharapkan naik kelas dalam indeks MSCI.