Data Belum Lengkap, Vaksinasi Massal Covid-19 Berpotensi Ditunda

Market News
Shifa Nurhaliza
Rabu, 18 November 2020 13:45 WIB
Dorongan Presiden Indonesia Joko Widodo untuk vaksinasi massal Covid-19 yang akan diluncurkan pada Desember menghadapi penundaan.
Data Belum Lengkap, Vaksinasi Massal Covid-19 Berpotensi Ditunda. (Foto: Ist)

IDXChannel - Dorongan Presiden Indonesia Joko Widodo untuk vaksinasi massal Covid-19 yang akan diluncurkan pada Desember menghadapi penundaan setelah Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) memperingatkan bahwa mereka tidak akan dapat memberikan otorisasi darurat hingga akhir Januari karena data yang tidak lengkap.

Dilansir Reuters, Selasa (17/11/2020), dalam sebuah wawancara minggu lalu, Jokowi mengatakan bahwa Indonesia bertujuan untuk memulai vaksinasi massal untuk staf medis dan para garda terdepan lainnya pada Desember 2020 dalam upaya untuk menekan beban kasus COVID-19 yang melonjak dan mendukung ekonomi yang terpukul.

Rencananya sejumlah calon vaksin akan digunakan, salah satunya vaksin yang diproduksi oleh China Sinovac SVA.O, yang telah melakukan uji klinis di Indonesia. Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Penny K. Lukito mengatakan dalam sidang parlemen pada Selasa bahwa garis waktu Desember tidak dapat dicapai karena data dari Brasil dan Sinovac tidak akan tersedia tepat waktu.

Meski Demikian, Jokowi mengatakan sejauh ini, gas dan rem harus betul-betul dikendalikan, dikelola, dan di-manage dengan baik. Jokowi juga menyampaikan pujiannya kepada para gubernur, bupati, dan walikota yang bekerja baik dalam mengendalikan kasus Covid-19.

"Rata-rata kesembuhan kita 84,02%, ini lebih baik dari rata-rata dunia 69,62%. Ini harus kita jaga dan terus perbaiki, agar kedepan angka-angka itu lebih baik lagi," tambah Jokowi. (*)

Baca Juga