Selain itu, perusahaan yang bermarkas di Tanjung Morawa, Sumatera Utara tersebut juga memiliki kapasitas produksi terbesar di dunia sebesar 18 juta ton per tahun. Bahkan, Hao Xiang asal China yang berada di posisi kedua hanya memiliki sepertiga kapasitas produksi MARK.
Ridwan menambahkan, MARK akan terus fokus menjaga efisiensi operasional dan memperkuat daya saing global guna mempertahankan pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan. Hal ini dinilai penting untuk menjaga tingkat profitabilitas di level yang tinggi.
“Kami melihat permintaan pasar ekspor masih cukup solid. Dengan struktur biaya yang semakin efisien, posisi kas yang sehat, serta kapasitas produksi yang terus dioptimalkan, kami optimistis target pertumbuhan tahun 2026 dapat tercapai,” katanya.
(Rahmat Fiansyah)