AALI
12250
ABBA
190
ABDA
0
ABMM
3000
ACES
975
ACST
157
ACST-R
0
ADES
5950
ADHI
685
ADMF
8100
ADMG
179
ADRO
3200
AGAR
330
AGII
2000
AGRO
930
AGRO-R
0
AGRS
125
AHAP
62
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
156
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1005
AKSI
280
ALDO
905
ALKA
294
ALMI
290
ALTO
208
Market Watch
Last updated : 2022/05/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
543.27
1.51%
+8.07
IHSG
6914.14
1.07%
+73.37
LQ45
1015.93
1.33%
+13.36
HSI
20112.10
-1.75%
-357.96
N225
26748.14
-0.94%
-253.38
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,358 / gram

Dua Kali Disuspend, Saham Adaro Minerals (ADMR) Kemahalan?

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Selasa, 25 Januari 2022 14:49 WIB
PT Adaro Minerals Tbk (ADMR) mendapatkan suspensi untuk kedua kalinya sejak IPO awal tahun ini oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).
Dua Kali Disuspend, Saham Adaro Minerals (ADMR) Kemahalan? (FOTO: MNC Media)
Dua Kali Disuspend, Saham Adaro Minerals (ADMR) Kemahalan? (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - PT Adaro Minerals Tbk (ADMR) mendapatkan suspensi untuk kedua kalinya sejak IPO awal tahun ini oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Analis menilai, saham ADMR saat ini terlampau mahal.

Ini merupakan gembok kedua bagi ADMR, setelah sebelumnya BEI menghentikannya dalam rangka 'cooling down' sementara pada 13 Januari 2022, mengingat emiten milik Garibaldi 'Boy' Thohir itu sempat masuk dalam radar unusual market activity (UMA) pada 10 Januari 2022.

Semenjak mengawali debut perdananya sebagai penghuni baru bursa, sebagian besar penutupan harga ADMR berakhir di zona hijau dan hanya dua hari ditutup koreksi pada 17 - 18 Januari 2022. Setelah melalui auto rejection atas (ARA) berjilid-jilid pasca-IPO di harga Rp100 per saham, emiten pertambangan metalurgi milik Garibalid 'Boy' Thohir itu singgah di Rp1.050, alias telah melejit 950 persen dalam 15 hari bursa.

Pengamat Pasar Modal Riska Afriani mencermati penguatan beruntun merupakan gambaran yang wajar bagi emiten yang baru saja IPO. Kendati tidak semua emiten bernasib sama seperti ADMR, Riska membaca ADMR cenderung diburu investor ritel.

Riska mewaspadai aksi profit taking menyusul kenaikan yang sudah berlipat ganda tersebut, mengingat perseroan telah melaporkan penggunaan dana hasil IPO sejak 14 Januari 2022 yang lalu.

"Saya lihat untuk ADMR, ini seperti halnya saham yang baru IPO, relatif dikejar retail karena harganya yang terus naik," kata Riska saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Selasa (25/1/2022).

Dari segi indikator teknikal Relative Strength Index (RSI) per 24 Januari 2022, ADMR memiliki nilai 75,37, yang menunjukkan berada di area jenuh beli (overbought) dan memiliki kecenderungan untuk mengalami koreksi. Sama halnya jika memakai indikator Williams Percent Range yang berada di level -11, yang artinya pergerakan bullish ADMR telah jenuh.

Kendati demikian, tren bullish masih terlihat dalam indikator teknikal Moving Average. Ada peluang investor untuk melakukan buy ADMR dalam jangka pendek dengan strategi buy on weakness di area Rp850 - Rp988.

"Dengan harga sekarang saya rasa sudah kemahalan," beber Riska.

Riska meminta investor untuk lebih berhati-hati terhadap tekanan aksi profit taking dari investor untuk perdagangannya ke depan.

Menilik fundamental perusahaan, pendapatan Adaro Minerals menunjukkan peningkatan menjadi USD206,62 juta hingga Agustus 2021, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar USD74,79 juta.

Sedangkan laba tahun berjalan tumbuh mencapai USD44,99 juta hingga Agustus 2021, dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencatatkan rugi periode berjalan USD18,63 juta. Total aset perseroan mencapai USD811 juta, liabilitas USD761,96 juta, dan ekutias mencapai USD49,03 juta.

"Jika berbicara prospek, harga sahamnya ini perlu lebih hati-hati, karena kenaikan yang terus menerus dalam waktu singkat tanpa disertai fundamental bisa rawan profit taking," jelasnya.

Membahas prospek usaha, dalam keterbukaan informasi disebutkan bahwa larangan ekspor batu bara tidak mempunyai dampak material terhadap kinerja keuangan, kegiatan operasional, permasalahan hukum dan kelangsungan usaha Perseroan dan/atau Entitas Anak Perseroan. 

Melalui anak usahanya yaitu Maruwai Coal (MC), perseroan memastikan telah melakukan mitigasi atas potensi wanprestasi dengan melakukan komunikasi secara intens terhadap pembeli. Termasuk mengkaji kemungkinan penjadwalan ulang pengiriman dan atau penyampaian keadaan kahar. 

Dalam prospektus IPO diterangkan bahwa permintaan batu bara metalurgi berkaitan erat dengan peningkatan permintaan besi baja. Sedangkan permintaan besi baja dipengaruhi atas peningkatan aktivitas perekonomian negara.

Dengan kondisi ekonomi global yang terus membaik setelah dihantam pandemi Covid-19, perseroan memperkirakan permintaan besi baja akan kembali meningkat.

Permintaan besi baja di tingkat industri yang tinggi akan berimbas terhadap kenaikan permintaan batu bara metalurgi ke depan. Perseroan memperkirakan permintaan impor terbesar masih berasal dari China, India, Vietnam, dan Turki setidaknya dalam 10 tahun mendatang. 

"Pasca-tahun 2021, permintaan diperkirakan akan menguat terus dari tahun ke tahun selama sepuluh tahun mendatang, meskipun pada tingkat pertumbuhan yang lebih moderat dibandingkan tahun 2021. Cina, India, Vietnam dan Turki diprediksi akan menambah permintaan impor batu bara metalurgi sebanyak masing-masing 27 persen, 42 persen, 20 persen dan 39 persen, dan akan menjadi pendorong pertumbuhan selama sepuluh tahun mendatang," tulis perseroan dalam prospektusnya.

Kedepannya, perseroan memprediksi ada peningkatan permintaan batu bara metalurgi dari 331 juta ton pada 2020 menjadi 401 juta ton pada 2040. Sebelumnya, Adaro Minerals menyatakan bahwa ketersediaan batu bara yang dimiliki masih relatif melimpah, sebanyak 170,7 juta ton cadangan dan 980 juta ton sumber daya.

"Kalau sentimen, harusnya dari harga batu bara ya yang paling ngaruh," ujar Technical Analyst Panin Sekuritas William Hartanto, Selasa (25/1).

Sebagai catatan, harga jual batu bara didasari atau dipengaruhi oleh harga batu bara global, yang memiliki kecenderungan untuk selalu berubah-ubah dan dapat secara signifikan berfluktuasi berdasarkan permintaan dan pasokan. Pasar batu bara dunia juga dipengaruhi oleh penilaian terhadap manfaat ekonomis, teknis, dan lingkungan dari penggunaan batu bara.

Mengantisipasi risiko fluktuasi harga, perseroan menyatakan akan terus mengatur porsi penjualan jangka panjang dan spot untuk mengoptimalkan pendapatan. 

"Perusahaan Anak memiliki portofolio penjualan yang kuat dan seimbang dengan memastikan tidak adanya ketergantungan terhadap pasar atau pelanggan tertentu," tegas perseroan. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD