Saham tersebut sempat mengalami suspensi berkepanjangan selama tiga tahun sejak Agustus 2022 hingga akhir 2025 sehingga berpotensi masuk dalam daftar delisting.
"Dengan belum adanya perkembangan yang signifikan dari perbaikan yang dilakukan JSKY sehingga menyebabkan keraguan signifikan atas kemampuan perseroan untuk mempertahankan kelangsungan usahanya," tutur Bursa.
Adapun saham BKDP tercatat menguat 30,21 persen dalam sepekan, dan melonjak 73,61 persen dalam satu bulan.
Saham BKDP terakhir diperdagangkan pada Selasa (26/5/2026) di harga Rp125 dengan menguat 9,65 persen.
(DESI ANGRIANI)