Revisi ini didorong oleh peningkatan utilisasi pabrik baru di Karawang serta potensi perbaikan struktur neraca melalui strategi deleveraging.
Pabrik Karawang telah menyelesaikan uji coba pada akhir Desember 2025 dan menunjukkan hasil awal yang menggembirakan.
Manajemen berencana membuka fasilitas tersebut kepada investor saham pada awal kuartal II-2026 guna memberikan visibilitas yang lebih jelas terhadap eksekusi operasional, efisiensi, dan potensi margin ekspansi terbaru ini.
Setelah bertemu manajemen, analis memproyeksikan utilisasi pabrik Karawang mencapai sekitar 30 persen pada 2026, naik menjadi 75 persen pada 2027, dan mendekati 90 persen mulai 2028 untuk lini kertas cokelat maupun putih.
Dengan asumsi tersebut, proyeksi pendapatan 2026 dan 2027 direvisi naik masing-masing 13 persen dan 2 persen.