Beban bunga tahunan mencapai sekitar USD310 juta, dengan proporsi utang sekitar 12 persen dalam dolar AS dan 88 persen dalam rupiah.
Menariknya, sekitar USD1,9 miliar utang akan jatuh tempo dalam enam bulan ke depan.
Jika perseroan melunasi fasilitas pinjaman bank dan melakukan refinancing obligasi dengan bunga 1 persen lebih rendah, beban bunga diperkirakan bisa turun sekitar 11 persen.
Efisiensi biaya pendanaan ini dinilai berpotensi langsung mendongkrak laba bersih, mengingat beban bunga saat ini hampir sebanding dengan laba.
Untuk ekspansi tahap kedua, yang berpotensi menambah kapasitas 1,5 juta ton per tahun dengan estimasi belanja modal sekitar USD750 juta, Trimegah menilai peluang realisasinya dalam waktu dekat relatif kecil.