Manajemen kemungkinan akan memantau ramp-up fase pertama selama dua hingga tiga tahun sebelum memutuskan ekspansi lanjutan.
Lebih lanjut, opsi peningkatan dividen dinilai terbuka seiring normalisasi belanja modal, dengan potensi dividend payout ratio (DPR) hingga sekitar 40 persen atau setara imbal hasil 4,8-7 persen.
Namun, analis memperkirakan manajemen akan lebih memprioritaskan penguatan neraca sebelum menaikkan distribusi kepada pemegang saham secara signifikan.
Trimegah Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli dengan menaikkan target harga menjadi Rp13.800 per saham.
Target tersebut mencerminkan valuasi price to earnings (P/E) 2027 sebesar 8,5 kali, sekitar 17 persen lebih rendah dibandingkan rata-rata emiten pulp dan kertas global.