Kenaikan saham-saham ini kontras dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang turun 2,57 persen ke 7.735,40, membukukan tren penurunan tiga hari berturut-turut di tengah memanasnya geopolitik Timur Tengah.
Harga minyak dunia ditutup melonjak pada Selasa (3/3/2026), mencapai level tertinggi sejak Januari 2025.
Kenaikan ini terjadi seiring memanasnya pertempuran Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran yang mengganggu pengiriman energi dari Timur Tengah serta memicu kekhawatiran konflik berkepanjangan.
Kontrak berjangka (futures) Brent naik melesat 4,7 persen ke USD81,40 per barel, menjadi penutupan tertinggi sejak Januari 2025.
Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) AS menguat USD3,33 atau 4,7 persen ke USD74,56 per barel, level tertinggi sejak Juni.