Kekhawatiran meningkat setelah media Iran pada Senin melaporkan bahwa Iran akan menembaki kapal mana pun yang mencoba melintas.
“Pembalasan Iran lebih luas dibandingkan langkah-langkah sebelumnya yang sebagian besar bersifat simbolis, dan pendekatan ini memunculkan sejumlah titik panas regional yang berisiko nyata terhadap pasokan,” tulis analis Standard Chartered dalam catatan riset.
Presiden AS Donald Trump mengatakan serangan udara AS dan Israel diperkirakan berlangsung empat hingga lima pekan, namun bisa berjalan lebih lama.
Trump juga menyebut AS tengah mempertimbangkan dukungan asuransi bagi kapal tanker minyak.
Brent sempat menyentuh USD85,12 per barel pada sesi tersebut, tertinggi sejak Juli 2024, sebelum memangkas kenaikan setelah Trump menyatakan banyak target angkatan laut dan udara Iran telah dilumpuhkan. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.