AALI
8425
ABBA
540
ABDA
0
ABMM
1250
ACES
1310
ACST
246
ACST-R
0
ADES
2720
ADHI
885
ADMF
7675
ADMG
218
ADRO
1400
AGAR
368
AGII
1395
AGRO
2300
AGRO-R
0
AGRS
246
AHAP
68
AIMS
342
AIMS-W
0
AISA
204
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3990
AKSI
422
ALDO
715
ALKA
292
ALMI
238
ALTO
320
Market Watch
Last updated : 2021/09/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
458.78
1.26%
+5.72
IHSG
6108.27
0.78%
+47.51
LQ45
862.18
1.23%
+10.45
HSI
24221.54
0.51%
+122.40
N225
29639.40
-0.67%
-200.31
NYSE
16184.50
0.1%
+16.33
Kurs
HKD/IDR 1,827
USD/IDR 14,240
Emas
814,120 / gram

Gelontorkan Rp169,86 Miliar, Indofarma (INAF) Siapkan 7 Proyek Besar di 2021

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Jum'at, 21 Mei 2021 10:24 WIB
Emiten BUMN farmasi, PT Indofarma Persero) Tbk (INAF) siapkan tujuh proyek besar sebagai bagian dari upaya mengembangkan kemandirian produk alat kesehatan.
Gelontorkan Rp169,86 Miliar, Indofarma (INAF) Siapkan 7 Proyek Besar di 2021. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Emiten BUMN farmasi, PT Indofarma Persero) Tbk (INAF) siapkan tujuh proyek besar sebagai bagian dari upaya mengembangkan kemandirian produk alat kesehatan di Indonesia. 

Berdasarkan keterangan resmi INAF, enam di antaranya merupakan proyek pengembangan produk dan satu sisanya proyek pendukung. Perseroan pun sudah menyiapkan dana untuk pembiayaan investasi sebesar Rp169,86 miliar dan modal kerja Rp30 miliar.

"Seluruh investasi kita 75% ke alat kesehatan. Tujuh investasi kita tadi 100% sumber dananya dari PMN (penyertaan modal negara) dari holding kami, tapi nanti kita akan lihat perkembangannya," ucap Direktur Utama Indofarma, Arief Pramuhanto, dalam keterangan resminya, Kamis (20/5/2021).

Perseroan jelasnya tengah melakukan pembangunan pabrik melt blown yang merupakan bahan baku masker di Cibitung seluas 20 hektare dengan nilai pembiayaan investasi Rp14,86 miliar dan modal kerja Rp5 miliar, pabrik hospital furniture dengan nilai pembiayaan investasi Rp15 miliar dan modal kerja Rp5 miliar, pabrik sarung tangan atau gloves dengan nilai pembiayaan investasi Rp20 miliar dan pabrik kateter dengan nilai pembiayaan investasi Rp50 miliar dan modal kerja Rp10 miliar.

Dengan nilai pembiayaan investasi Rp30 miliar, emiten berkode saham INAF juga akan mengembangkan produk natural extract. Untuk pengembangan central processing facility, nilai pembiayaan investasi yang digunakan Rp30 miliar dan modal kerja Rp10 miliar.

Nilai pembiayaan investasi untuk supporting function sebesar Rp10 miliar.

"Pada akhir tahun ini, semua fasilitas produksi dan pendukung yang baru tersebut ditargetkan sudah selesai dan siap beroperasi pada awal 2022," lanjutnya.

Indofarma, sejatinya juga akan menggenjot pasar ekspor. Di mana, untuk lini bisnis farma perseroan sudah membuka pasar untuk negara Afghanistan, Vietnam, Timur Tengah, dan Singapura.

Sedangkan, untuk produk natural extract, perseroan akan menjajaki peluang ekspor baru ke wilayah Amerika dan Eropa.

Hingga akhir tahun ini, Indofarma menargetkan penjualan bisa sebesar Rp2,5 triliun, atau meningkat dari akhir 2020 sebesar Rp1,7 triliun. Begitupun dengan laba bersih di angka Rp40 miliar, naik dari posisi akhir 2020 Rp27,58 miliar. 

"Komposisinya tidak akan beda jauh di mana, 50%-55% berasal dari farma dan 45%-50% dari alat kesehatan,” ungkap Arief.

Hingga kuartal I-2021, perseroan mencatatkan penjualan sebesar Rp373,20 miliar, meningkat sebesar Rp225,04 miliar atau 152% dibandingkan periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp148,16 miliar.

Peningkatan Penjualan Bersih tersebut terutama ditopang dari penjualan segmen ethical sebesar Rp191,87 miliar dan alat kesehatan sebesar Rp175,49 miliar. 

Keberhasilan peningkatan penjualan tersebut berkontribusi positif pada pencapaian laba bersih perseroan Rp1,8 miliar setelah mengalami kerugian bersih Rp21,43 miliar pada periode yang sama tahun buku 2020.

"Perseroan meningkatkan kinerja penjualan pada kuartal I-2021 dengan strategi penjualan obat ethical dan alat kesehatan terkait Covid-19," tandas Arief. (TYO)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD