AALI
8900
ABBA
230
ABDA
7075
ABMM
845
ACES
1415
ACST
252
ACST-R
0
ADES
1915
ADHI
1005
ADMF
8250
ADMG
163
ADRO
1315
AGAR
422
AGII
1125
AGRO
1135
AGRO-R
0
AGRS
470
AHAP
68
AIMS
380
AIMS-W
0
AISA
238
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3200
AKSI
535
ALDO
930
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
382
Market Watch
Last updated : 2021/06/11 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
482.65
-0.44%
-2.14
IHSG
6095.50
-0.2%
-12.04
LQ45
901.64
-0.42%
-3.77
HSI
28842.13
0.36%
+103.25
N225
28948.73
-0.03%
-9.83
NYSE
0.00
-100%
-16620.00
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,188
Emas
866,552 / gram

Gojek dan Tokopedia Merger, Bagaimana Nasib Kompetitor?

MARKET NEWS
Advenia Elisabeth/MPI
Selasa, 18 Mei 2021 17:12 WIB
Gojek dan Tokopedia melakukan merger untuk pengembangan industri yang lebih luas lagi. Merger yang dilakukan Gojek dan Tokopedia memberi efek kepada kompetitor.
Gojek dan Tokopedia Merger, Bagaimana Nasib Kompetitor? (Foto: MNC Media)

IDXChannel Gojek dan Tokopedia melakukan merger untuk pengembangan industri yang lebih luas lagi. Merger yang dilakukan Gojek dan Tokopedia memberi efek kepada kompetitornya.

Penggabungan Gojek dan Tokopedia berdampak luas bagi para pesaingnya. Jika tidak diselaraskan akan tertinggal dan dapat ditelan oleh Grup GoTo.

Secara global, Gojek dan Tokopedia sama-sama meliliki banyak pengguna di Indonesia. Tokopedia menjadi salah satu e-commers yang memberdayakan 90% penjual berskala mikro, sementara Gojek memiliki banyak pengguna setianya.

“Data konsumen Gojek dan data konsumen Tokopedia akan digabungkan. Sistem yang sudah terbangun nanti diintegrasikan, itu nanti akan menciptakan situasi yang luar biasa menjadi jauh lebih bagus,” jelas Yuswohady, pakar marketing kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (18/5/2021).

Menurutnya, efek merger tersebut akan berdampak pada kompetitornya yang memiliki gerak terbatas apabila tidak memiliki investor yang besar. Akibatnya industri akan semakin mengecil dan tertinggal.

“Bisa diprediksi bahwa mergernya Gojek-Tokopedia bakal dilakukan kompetitor, cuman memang pemain sama yang serupa dengan Gojek khan cuma beberapa. Misalnya Grab dengan Shopee. Dia akan cari teman untuk membangun ekosistem. Ke depannya akan ada compacting group atau compacting ecosystem yang melakukan hal yang sama,”ungkapnya.

Yuswohady menuturkan, jika kompetitor tidak cepat mengikuti, maka fenomena tersebut bakal terjadi seperti yang ada di Amerika yakni Amazon, Facebook, Google, dan Apple yang memiliki kekuatan yang besar dan sulit untuk diambil.

“Beda halnya dengan Instragram yang masih kecil, sebelum menjadi besar, sudah diambil dulu oleh Facebook. Grab juga memiliki investor kakap. Apabila Grab tidak segera mengikuti Gojek maka akan tertinggal jauh dan dapat dibeli. Nama Grab akan hilang dan masyarakat sudah tidak dapat menikmati pelayanan dari Grab kembali,” pungkasnya. (TYO)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD