Dari sisi risiko, perlambatan ekonomi akibat kenaikan pengangguran dapat memicu koreksi pasar, terutama mengingat kinerja saham yang sudah kuat dan valuasi yang mahal.
Meski demikian, Goldman Sachs menilai ada faktor penyangga, seperti peluang penurunan suku bunga yang lebih cepat dari perkiraan pasar serta kondisi neraca sektor swasta dan perbankan yang relatif sehat.
Di sisi lain, potensi kenaikan (upside risk) juga masih terbuka. Pelonggaran kondisi keuangan, pelemahan dolar AS, kekuatan ekonomi AS dan China, serta minat berkelanjutan terhadap AI berpeluang mendorong valuasi saham lebih tinggi sepanjang 2026. (Aldo Fernando)