Harga minyak sawit cenderung mengikuti pergerakan harga minyak nabati pesaing karena bersaing di pasar minyak nabati global.
Untuk pertama kalinya, importir India membeli minyak sawit dari Kolombia dan Guatemala. Langkah ini terjadi karena produsen di kedua negara tersebut menumpuk stok berlebih dan menawarkan kargo dengan diskon besar, menurut empat sumber perdagangan yang mengetahui langsung transaksi tersebut.
Ekspor produk minyak sawit Malaysia pada periode 1-20 Agustus naik antara 13,6 persen dan 17 persen dibanding periode yang sama bulan lalu, berdasarkan data dari surveyor kargo Intertek Testing Services dan AmSpec Agri Malaysia.
Di sisi lain, pemerintahan Presiden AS Donald Trump diperkirakan memutuskan terkait tumpukan permintaan dari kilang minyak kecil yang mengajukan keringanan atas aturan bahan bakar nabati AS paling cepat pada Jumat ini.
Namun, keputusan apakah kilang besar wajib mengompensasi dengan meningkatkan pencampuran biofuel mereka diperkirakan ditunda, menurut dua sumber yang mengetahui perencanaan tersebut.