Harga energi yang lebih kuat juga dapat menopang minyak sawit mentah karena pasar minyak yang menguat meningkatkan daya tarik minyak sawit sebagai alternatif bahan bakar nabati.
Di pasar lain, kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian naik 0,69 persen, sementara kontrak minyak sawitnya melonjak 1,8 persen. Sebaliknya, minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) turun 0,99 persen.
Harga minyak sawit umumnya mengikuti pergerakan minyak nabati pesaing karena saling bersaing dalam memperebutkan pangsa pasar minyak nabati global.
Sementara itu, mengutip Reuters, ringgit Malaysia, mata uang perdagangan kontrak tersebut, melemah 0,18 persen terhadap dolar AS, sehingga membuat minyak sawit lebih murah bagi pemegang mata uang asing.
Meski demikian, pelemahan ekspor membatasi kenaikan harga. Lembaga survei kargo mencatat pengiriman Februari turun sekitar 21,5 persen hingga 22,5 persen dibanding Januari, meskipun ada pembelian menjelang Idulfitri.