Presiden Federal Reserve Richmond, Tom Barkin, menyatakan bahwa perubahan suku bunga selanjutnya harus dilakukan secara ‘sangat presisi’ untuk menyeimbangkan risiko pengangguran dan inflasi.
Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, emas cenderung diuntungkan dalam lingkungan suku bunga rendah.
Morgan Stanley memproyeksikan harga emas dapat melonjak hingga USD4.800 per troy ons pada kuartal keempat 2026, didorong oleh penurunan suku bunga, perubahan kepemimpinan di The Fed, serta kuatnya pembelian oleh bank sentral dan dana investasi.
Sementara itu, perak spot, yang sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di USD83,62 per ons pada 29 Desember, naik 5,4 persen ke level USD80,68 per ons.
Sepanjang 2025, perak membukukan kenaikan tahunan terkuat dengan lonjakan 147 persen, didorong oleh permintaan industri dan investor.