"Jika kesepakatan damai tercapai, dan hal itu menyebabkan penurunan signifikan pada dolar AS (meski hal tersebut belum pasti), maka emas dapat kembali menguat seiring membaiknya sentimen terhadap logam mulia," ujar Morrison.
Sementara itu, Senior Commodity Broker StoneX Group Daniel Pavilonis menilai penurunan harga minyak dapat menjadi sinyal bahwa tekanan terhadap logam mulai mereda, terutama jika kesepakatan terkait Iran semakin dekat.
Survei Kitco News terhadap 17 analis menunjukkan pandangan pasar yang masih berhati-hati.
Sebanyak empat analis atau 24 persen memperkirakan harga emas menguat sepekan ini, sementara dua analis atau 12 persen memperkirakan harga emas melemah.
Mayoritas analis, yakni 11 orang atau 65 persen, memilih menunggu arah kebijakan The Fed sebelum menentukan proyeksi.