Nada serupa dilontarkan Vera, Equity Research Analyst BNI Sekuritas yang melihat penurunan harga saat ini lebih disebabkan oleh penyesuaian likuiditas jangka pendek akibat lonjakan yield obligasi AS.
Secara historis, kinerja penjualan HRTA terbukti tetap bertumbuh positif bahkan saat harga emas terkoreksi tajam pada tahun 2022 lalu.
"Secara historis, volume penjualan emas HRTA tetap bertumbuh bahkan ketika harga emas mengalami koreksi pada 2022. Ke depan, kami melihat perubahan pola konsumsi masyarakat dari perhiasan menuju emas batangan sebagai instrumen menabung, serta berkembangnya ekosistem bullion di Indonesia, akan menjadi katalis positif bagi pertumbuhan HRTA," jelas Vera.
Hal tersebut tercermin nyata pada laporan keuangan perusahaan. Sepanjang kuartal pertama tahun 2026, HRTA sukses membukukan lonjakan pendapatan fantastis sebesar 196,96 persen secara tahunan, yang diiringi oleh pertumbuhan laba bersih sebesar 189,48 persen. Keberhasilan ini ditopang oleh kenaikan volume penjualan emas murni yang melesat hingga 75,18 persen.
Berkat performa berkilau tersebut, HRTA diganjar penghargaan Jewellery Retailer of the Year 2026 dari Retail Asia. Posisi perusahaan di kancah regional juga melompat 115 peringkat dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 2026, dari posisi 244 merangkak naik ke peringkat 129 sebagai salah satu korporasi dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara.