Emas membukukan kenaikan 64 persen sepanjang tahun lalu, didorong oleh berbagai titik panas geopolitik serta siklus pelonggaran suku bunga Federal Reserve AS.
Ekspektasi suku bunga yang lebih rendah, ditambah pembelian bank sentral dan arus dana ETF, turut memberikan dukungan tambahan.
Melansir dari Reuters, AS menyerang Venezuela dan menggulingkan Presiden Nicolas Maduro pada Sabtu, yang menjadi intervensi paling langsung Washington di Amerika Latin sejak invasi Panama pada 1989.
Presiden Donald Trump memperingatkan kemungkinan serangan lanjutan jika Caracas menolak upaya AS untuk membuka sektor minyak dan menghentikan perdagangan narkoba, serta mengisyaratkan potensi tindakan terhadap Kolombia dan Meksiko terkait aliran narkoba ilegal.
Emas dikenal sebagai penyimpan nilai tradisional yang juga berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah, mengingat sifatnya yang tidak memberikan imbal hasil.