Harga minyak menguat pada awal perdagangan Asia, Senin (20/4/2026) pagi, dipicu kembali memanasnya ketegangan di Selat Hormuz.
Amerika Serikat (AS) dilaporkan menembaki, menaiki, dan menyita kapal berbendera Iran pada Minggu saat menuju pelabuhan Bandar Abbas, Iran, setelah dicegat, menurut laporan The Wall Street Journal yang mengutip Komando Pusat AS.
Analis ANZ Research menyebut situasi saat ini kompleks dan sangat fluktuatif.
Mereka menilai pemulihan pasar energi ke kondisi sebelum konflik tidak akan mudah, bahkan setelah jalur pelayaran tersebut sepenuhnya dibuka kembali.
Kontrak berjangka (futures) minyak mentah WTI untuk pengiriman terdekat melonjak 8,0 persen ke USD90,53 per barel, sementara Brent naik 6,7 persen ke USD96,45 per barel pada Senin pagi.
Pada perdagangan Jumat (17/4) pekan lalu, harga minyak anjlok signifikan. Kontrak berjangka Brent turun 9,07 persen ke USD90,38 per barel. Sementara West Texas Intermediate (WTI) merosot lebih dalam 11,45 persen ke USD83,85 per barel.