Menurut catatan Reuters, lebih dari 500 juta barel minyak dan kondensat dilaporkan keluar dari pasar sejak akhir Februari, menjadikannya salah satu gangguan pasokan energi terbesar dalam sejarah modern.
Selain itu, produksi global juga masih tertekan dengan gangguan mencapai sekitar 12 juta barel per hari, sementara pemulihan diperkirakan berjalan lambat.
Sejumlah ladang minyak di Kuwait dan Irak bahkan membutuhkan waktu hingga lima bulan untuk kembali ke level normal. (Aldo Fernando)