Secara teknikal, menurut analis FXEmpire, James Hyerczyk, tren utama WTI masih berada dalam fase penurunan. Harga kini menguji area support krusial di kisaran USD79,73 hingga USD78,97 per barel.
Jika level ini ditembus, penurunan berpotensi berlanjut ke area USD73,56, bahkan menuju rata-rata pergerakan 200 hari (MA-200) di sekitar USD65,49.
Sebaliknya, jika terjadi rebound, resistance terdekat berada pada kisaran USD91,66 hingga USD94,65.
Dengan volatilitas tinggi, kata Hyerczyk, pasar cenderung berada dalam pola “sell on rally, buy on dip”, sehingga pelaku pasar perlu mencermati pergerakan harga secara hati-hati.
Di sisi fundamental, dampak konflik Iran telah memangkas pasokan global secara signifikan.