“Futures sebelumnya mengantisipasi adanya kesepakatan damai tertentu yang menahan harga,” ujar Dennis Kissler, Senior Vice President bidang perdagangan di BOK Financial, dalam catatan pada Jumat. “Namun saat ini masih sangat sedikit informasi, dan jika kesepakatan batal, sanksi terhadap ekspor minyak Rusia kemungkinan justru makin ketat.”
Pada Minggu, OPEC+ diperkirakan mempertahankan level produksi dalam pertemuan mereka dan menyepakati mekanisme untuk menilai kapasitas produksi maksimum masing-masing anggota, menurut dua delegasi dan satu sumber yang mengetahui pembahasan tersebut.
Arab Saudi, eksportir minyak terbesar dunia, diperkirakan menurunkan harga jual minyak untuk pembeli Asia pada Januari untuk bulan kedua, ke level terendah dalam lima tahun. Tekanan pasokan yang melimpah dan prospek surplus menjadi faktor utama, menurut sumber Reuters pada Jumat. (Aldo Fernando)