“Meskipun kekhawatiran mengenai pasokan masih ada, pasar kembali sepenuhnya berfokus pada harapan penyelesaian konflik,” kata Partner Again Capital, John Kilduff, seperti dikutip Reuters.
Kilduff menambahkan, “Perkembangan terbaru antara Israel dan Lebanon ini menggugurkan hampir seluruh alasan yang mendukung kenaikan harga minyak hari ini.”
Sehari sebelumnya, kedua kontrak acuan tersebut sempat naik sekitar 2 persen setelah ketegangan baru di Timur Tengah, termasuk serangan Iran ke Kuwait dan serangan militer AS di dekat Selat Hormuz.
Wakil Presiden Senior Perdagangan di BOK Financial, Dennis Kissler, mengatakan harga minyak kini bukan hanya menghapus kenaikan pada perdagangan sebelumnya, tetapi juga bergerak lebih rendah setelah muncul kabar kesepakatan damai antara Israel dan Lebanon.
Menurut Kissler, lalu lintas kapal di Selat Hormuz masih nyaris terhenti. Namun, sejumlah kapal mulai berpindah posisi mendekati Teluk Persia, yang dapat menjadi sinyal bahwa jalur pelayaran tersebut akan kembali dibuka dalam waktu dekat.