Seorang pejabat AS yang juga meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan para pejabat militer dalam beberapa hari terakhir telah memperingatkan, operasi pengeboman selama dua pekan, yang bertujuan menghalau ancaman Iran terhadap pelayaran di Selat Hormuz, telah menghabiskan sebagian besar daftar target yang sebelumnya telah ditetapkan.
Meski demikian, melanjutkan operasi militer skala besar tetap menjadi salah satu opsi. Namun, Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine secara tertutup memperingatkan Trump bahwa langkah tersebut berisiko karena dapat semakin menguras stok amunisi militer AS, termasuk rudal pencegat yang digunakan sistem pertahanan udara Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Kantor Jenderal Dan Caine maupun Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menolak memberikan komentar.
Selama ini, pejabat militer AS memang lazim tidak mengungkapkan nasihat pribadi yang mereka berikan kepada presiden yang sedang menjabat, termasuk dalam kesaksian di Kongres. (Aldo Fernando)