Dibandingkan gejolak tajam di pasar logam mulia maupun komoditas lunak seperti kakao dan kopi, volatilitas WTI masih tergolong moderat.
WTI mulai menguat pada Selasa dari kisaran USD60-an menuju area USD62 per barel, lalu melanjutkan kenaikan ke kisaran USD63 pada Rabu.
Momentum berlanjut pada Kamis dan Jumat, dengan pergerakan harga yang menunjukkan dorongan naik lebih jelas, namun tanpa lonjakan ekstrem.
Menurut analis Daily Forex Robert Petrucci, absennya pergerakan berkecepatan tinggi menunjukkan pasar minyak masih bergerak cukup ‘sopan’.
Meski demikian, ketenangan ini bisa saja berubah. Secara historis, pasar komoditas kerap mengalami lonjakan spekulatif secara siklikal, sementara WTI relatif tenang dalam beberapa bulan terakhir.