AALI
8525
ABBA
580
ABDA
0
ABMM
1480
ACES
1350
ACST
250
ACST-R
0
ADES
2940
ADHI
880
ADMF
7675
ADMG
220
ADRO
1335
AGAR
370
AGII
1300
AGRO
2390
AGRO-R
0
AGRS
254
AHAP
63
AIMS
344
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3880
AKSI
430
ALDO
720
ALKA
238
ALMI
242
ALTO
322
Market Watch
Last updated : 2021/09/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
459.02
0.03%
+0.16
IHSG
6133.25
0.38%
+23.30
LQ45
862.44
-0.03%
-0.26
HSI
24920.76
1.03%
+252.91
N225
30500.05
0.58%
+176.71
NYSE
16576.77
-0.3%
-50.11
Kurs
HKD/IDR 1,825
USD/IDR 14,220
Emas
805,205 / gram

Harga Minyak Mentah Brent di Asia Naik jadi USD74,06 per Barel, Imbas AS Tarik Pasokan

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Rabu, 15 September 2021 12:36 WIB
Harga minyak mentah di kawasan Asia menguat pada Rabu pagi (15/9) imbas penarikan pasokan Amerika Serikat.
Harga Minyak Mentah Brent di Asia Naik jadi USD74,06 per Barel, Imbas AS Tarik Pasokan(Dok.MNC Media)

IDXChannel - Harga minyak mentah di kawasan Asia menguat pada Rabu pagi (15/9), melebihi ekspektasi pasar, sebagai imbas dari besarnya penarikan pasokan Amerika Serikat akibat susulan badai Nicholas di sejumlah negara bagian.

Hingga pukul 10:47 WIB, minyak berjangka jenis Brent naik (0,63%) di harga USD74,06, sedangkan WTI Berjangka ikut melesat (0,61%) di US$70,89. Keduanya berada di atas harga rata-rata USD70.

Data minyak mentah dari American Petroleum Institute, yang dirilis Selasa lalu (14/9), mencatat adanya penurunan pasokan sebesar 5,4 juta barel pada pekan lalu. Angka tersebut lebih tinggi dari pekan sebelumnya yang mencapai 2,8 juta barel.

Gonjang-ganjing harga minyak di pasaran terjadi di tengah gangguan bencana badai tropis Ida, dan disusul badai Nicholas yang menghantam produksi pengeboran di Teluk Meksiko.

"Dampak Ida jauh lebih besar daripada yang diperkirakan, dan produksi di kawasan Teluk Meksiko masih sulit untuk pulih sampai terjangan badai Nicholas selesai," kata Senior Analyst OANDA, Edward Moya, dilansir Reuters, Rabu (15/9/2021).

Hantaman badai Nicholas yang membuat banjir di sejumlah negara bagian AS dikabarkan memutus aliran listrik ke ratusan ribu rumah dan usaha.

Beralih di kawasan Asia Pasifik, China dikabarkan akan melepas cadangan strategis minyak mentahnya sekitar 7,4 juta barel pada 24 September mendatang.

Hal ini akan membuat tekanan harga minyak dunia saat pasar menanti rilis data dari Pusat Administrasi dan Informasi Energi Amerika Serikat.

Sementara itu, Badan Energi Internasional (IEA) pada Selasa lalu (14/9) mengungkapkan percepatan vaksinasi dapat mendorong pemulihan ekonomi dan dapat memacu permintaan bahan bakar. 

(IND) 

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD