AALI
12150
ABBA
186
ABDA
6250
ABMM
3020
ACES
975
ACST
158
ACST-R
0
ADES
5850
ADHI
690
ADMF
8050
ADMG
180
ADRO
3100
AGAR
330
AGII
1965
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
125
AHAP
63
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
155
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
1020
AKSI
350
ALDO
895
ALKA
294
ALMI
290
ALTO
196
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
540.34
-0.54%
-2.93
IHSG
6883.42
-0.44%
-30.72
LQ45
1011.72
-0.41%
-4.21
HSI
20226.65
0.57%
+114.55
N225
26779.81
0.12%
+31.67
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
876,842 / gram

Harga Minyak Mentah Dunia Memanas Susul Tensi Geopolitik di Eropa Timur

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Senin, 24 Januari 2022 11:15 WIB
Harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan pada perdagangan Senin (24/1/2022) menyusul ketegangan geopolitik di Eropa Timur dan Timur Tengah.
Harga Minyak Mentah Dunia Memanas Susul Tensi Geopolitik di Eropa Timur
Harga Minyak Mentah Dunia Memanas Susul Tensi Geopolitik di Eropa Timur

IDXChannel - Harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan pada perdagangan Senin (24/1/2022) menyusul ketegangan geopolitik di Eropa Timur dan Timur Tengah yang meningkatkan kekhawatiran atas prospek persediaan yang ketat.

Minyak mentah berjangka Brent naik 0,85%, menjadi USD87,82 per barel hingga pukul 10:48 WIB,  membalikkan penurunan -0,6% yang terjadi pada Jumat (21) lalu.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 0,85%, menjadi USD85,86 per barel, setelah turun -0,5% pada hari Jumat.

Kedua patokan harga tersebut sempat melonjak mencapai level tertingginya sejak Oktober 2014. Kenaikan harga diperkirakan telah menanjak lebih dari 10% sepanjang tahun ini karena kekhawatiran atas pengetatan pasokan.

"Pasar masih tetap bullish karena risiko geopolitik antara Rusia dan Ukraina serta di Timur Tengah. Di lain hal OPEC+ terus gagal mencapai target produksinya," kata Analis Fujitomi Securities Co Ltd, Kazuhiko Saito, dilansir Reuters, Senin (24/1/2022).

Saito memperkirakan permintaan yang kuat akan memberi tekanan terhadap komoditas tersebut di tengah cuaca dingin di Amerika Serikat.

Adapun ancaman atas persediaan hadir dari tensi geopolitik di Eropa Timur, antara Rusia dan Ukraina. Sebagai penengah, AS pada hari Minggu (23/1) mengatakan pihaknya telah mengumumkan penarikan anggota keluarga staf kedutaaan besarnya di Ukraina dan memerintahkan semua warganya untuk pergi karena ancaman aksi militer dari Rusia.

Seorang pejabat asal Inggris mengatakan bahwa Rusia bakal menghadapi sanksi ekonomi yang berat jika terbukti bermain tangan di Ukraina. Sebelumnya, Inggris menuduh Kremlin berupaya untuk menempatkan seorang pemimpin pro-Rusia untuk berkuasa di Ukraina.

Sentimen dari Timur Tengah antara Uni Emirat Arab (UEA) dan gerakan Houthi di Yaman juga menambah kekhawatiran pasar minyak.

Belakangan, UEA telah menarik sebagian besar awak drone dan jenis pesawat ringan yang digunakan untuk tujuan rekreasi selama sebulan mulai Sabtu kemarin (22/1). Langkah ini dilakukan menyusul serangan drone mematikan pekan lalu oleh Houthi di negara Teluk itu.

Di lain hal, Organisasi Negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC) bersama Rusia dan produsen lainnya, sedang berjuang untuk mencapai target peningkatan produksi bulanan sebesar 400.000 barel per hari (bph).

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD