AALI
8900
ABBA
232
ABDA
6025
ABMM
4650
ACES
625
ACST
210
ACST-R
0
ADES
7200
ADHI
800
ADMF
8525
ADMG
168
ADRO
4050
AGAR
302
AGII
2520
AGRO
640
AGRO-R
0
AGRS
102
AHAP
109
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
146
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1605
AKRA
1400
AKSI
324
ALDO
705
ALKA
294
ALMI
380
ALTO
177
Market Watch
Last updated : 2022/09/23 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
541.91
-0.84%
-4.57
IHSG
7178.58
-0.56%
-40.32
LQ45
1025.63
-0.68%
-7.01
HSI
17933.27
-1.18%
-214.68
N225
0.00
-100%
-27313.13
NYSE
0.00
-100%
-14236.60
Kurs
HKD/IDR 1,912
USD/IDR 15,030
Emas
805,406 / gram

Harga Minyak Mentah Naik Lagi Usai Rusia Tambah Produksi

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Kamis, 18 Agustus 2022 11:01 WIB
Harga minyak mentah kembali mengalami kenaikkan pada hari ini, Kamis (18/8/2022).
Harga Minyak Mentah Naik Lagi Usai Rusia Tambah Produksi. (Foto: MNC Media)
Harga Minyak Mentah Naik Lagi Usai Rusia Tambah Produksi. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Harga minyak mentah kembali mengalami kenaikkan pada hari ini, Kamis (18/8/2022). Hal ini sekaligus menutup koreksi yang terjadi berkat langkah Rusia yang akan menaikkan produksi serta kekhawatiran resesi yang bisa mengancam permintaan.

Data perdagangan hingga pukul 10.42 WIB menunjukkan minyak Brent di Intercontinental Exchange (ICE) untuk kontrak Oktober naik 0,16 persen di USD93,80 per barel.

Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di New York Mercantile Exchange (NYMEX) untuk pengiriman Oktober tumbuh 0,13% menjadi USD87,80 per barel.

Selama sesi sebelumnya, kedua harga benchmark minyak telah mengalami kenaikan lebih dari 1 persen, meskipun Brent masih menyentuh level terendah sejak Februari.

Volatilitas harga minyak terjadi di tengah kenaikan sejumlah kondisi makro ekonomi global, seperti misalnya Inggris yang baru saja melaporkan tingkat inflasinya sebesar 10,1% pada Juli 2022, yang notabene tertinggi sejak Februari 1982.

Dari sisi produksi, Rusia telah mulai secara bertahap meningkatkan produksi minyak setelah pembatasan terkait sanksi membuat Moskow meningkatkan perkiraan untuk produksi dan ekspor hingga akhir 2025. Demikian laporan Kementerian Ekonomi Rusia, dilansir Reuters, Kamis (18/8/2022).

Sejalan juga dengan kenaikan permintaan dari pembeli di Asia, pendapatan Rusia dari ekspor energi diperkirakan akan naik 38% tahun ini yang dipicu melonjaknya volume ekspor minyak yang lebih tinggi. Hal tersebut memberi sinyal bahwa pasokan negeri Beruang Merah itu tidak terlalu berpengaruh seperti yang diperkirakan semula.

Di sisi lain, ekspor minyak mentah Arab Saudi juga mengalami kenaikan pada Juni, sementara produksi meningkat ke level tertinggi lebih dari dua tahun, demikian menurut data Joint Organisations Data Initiative (JODI) pada Rabu (17/8/2022).

Ke depan, pasar sedang menunggu perkembangan dari pembicaraan untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran 2015. Apabila lolos, maka hal ini dapat mendorong adanya peningkatan ekspor minyak Iran. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD